Publish: 14 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 14/9/26] Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melanjutkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun kedua melalui program “Peningkatan Pendapatan Petani melalui Pengembangan Agroforestry Lada Perdu pada KTH Sido Rukun, Kecamatan Lumbir”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Sido Rukun, Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Skema PkM Berbasis Riset Tahun 2026 yang diinisiasi melalui kerja sama Program Pascasarjana Unsoed yang dipimpin Prof. Dr. rer. nat Imam Widhiono, M.Z., M.S. dengan KTH Sido Rukun melalui Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Kabupaten Banyumas.
Tim pengabdian diketuai Dr. Dindy Darmawati Putri, S.P., M.P., dengan anggota Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P., Drs. Iman Budisantoso, M.P., Kunandar Prasetyo, S.P., M.Si., dan Dr. Lilik Kartika Sari, S.Pi., M.Si. Program ini menjadi kelanjutan kegiatan tahun 2025 yang sebelumnya menghasilkan bibit lada perdu dan demplot pembibitan lada.
Ketua Tim PkM, Dr. Dindy Darmawati Putri, mengatakan pada tahun kedua tim memfokuskan pendampingan pada penguatan tata kelola usaha, pemasaran, kelembagaan kelompok, serta diversifikasi produk.
“Program pertama berupa pendampingan dan pelatihan pembukuan usaha untuk membekali petani mencatat transaksi keuangan usahatani secara sistematis. Program kedua berupa pendampingan dan pelatihan pemasaran untuk memperkuat kemampuan petani dalam menyusun strategi pemasaran hasil olahan lada perdu,” jelasnya, Sabtu (5/9/2026).
Selanjutnya, program ketiga diarahkan pada penguatan kelompok untuk mendukung strategi kemitraan. Penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya sekaligus memperkuat posisi tawar petani dalam menghadapi pasar.
Program keempat berupa diversifikasi produk lada melalui inovasi pengolahan. Lada perdu dikembangkan menjadi sejumlah produk turunan, antara lain lada kemasan dan bubuk lada instan. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas peluang pemasaran produk kelompok.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, tim PkM juga mengintroduksikan alat pengolahan pupuk kompos serta alat pengemasan pupuk kompos dan lada. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung pengembangan produk yang dilakukan KTH Sido Rukun.
Ketua KTH Sido Rukun, Akum Mustofa, mengapresiasi keberlanjutan pendampingan yang diberikan Program Pascasarjana Unsoed.
“Kami dari KTH Sido Rukun mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Program Pascasarjana Unsoed atas kegiatan pengabdian yang telah diberikan kepada kami selama ini. Pendampingan ini sangat membantu kami dalam mengelola usaha lada perdu, mulai dari pembukuan, pemasaran, hingga pengolahan produk,” ujar Akum Mustofa.
Pelaksanaan PkM tahun kedua ini menjadi bagian dari upaya Unsoed mendukung pengembangan kelompok tani hutan secara berkelanjutan, dengan pendampingan yang mencakup aspek budidaya, kelembagaan, tata kelola usaha, pemasaran, hingga pengembangan produk bernilai tambah.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




