Publish: 12 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 12/10/26] Tim Pengabdi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Wana Lestari di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, dalam mengoptimalkan potensi hutan desa melalui penguatan sarana produksi dan pengolahan kopi. Program yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed ini diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Sejak Mei 2026, tim yang diketuai Dr. Eliada Herwiyanti, M.Si., Ak., bersama Prof. Dewi Susilowati, M.Si., Drs. Agus Faturokhman, M.M., dan Ady Setyo Nugroho, M.Ak., bekerja sama dengan LPHD Wana Lestari untuk mengembangkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPHD Wana Lestari dan LPPM Unsoed pada Kamis (16/9/2026).
Pendampingan ini berangkat dari persoalan yang dihadapi mitra, mulai dari lahan hutan yang dipenuhi semak belukar hingga keterbatasan peralatan untuk mendukung pengolahan kopi. Proses pascapanen, khususnya penjemuran biji kopi, juga membutuhkan fasilitas yang lebih memadai agar kualitas produk tetap terjaga ketika cuaca berubah.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdi Unsoed menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pada 14 Agustus 2026. Bantuan berupa mesin babat digunakan untuk membantu membersihkan lahan, sedangkan plastik UV beserta rangka baja ringan dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas pembibitan dan pengeringan biji kopi.
Tim juga memberikan peralatan pengolahan kopi, meliputi mesin roasting, timbangan digital, dan impulse sealer. Peralatan ini diharapkan membantu mitra mengembangkan proses produksi dari biji kopi mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan siap dipasarkan.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Eliada Herwiyanti, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan peralatan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan hutan desa yang lebih produktif tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
“Sinergi ini bertujuan untuk membuka akses pemanfaatan hutan desa secara berkelanjutan dengan dukungan pendanaan dari LPPM Unsoed. Kami berharap bantuan sarana dan teknologi tepat guna ini tidak sekadar meningkatkan volume dan kualitas produksi kopi, tetapi juga menjadi pemantik tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.
Ketua mitra LPHD Wana Lestari, Ananda Gilang Krismajati, S.P., mengapresiasi dukungan pendanaan dan pendampingan yang diberikan Tim Pengabdi Unsoed.
“Ketersediaan peralatan produksi menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memperluas pemanfaatan hasil hutan desa,” ujarnya.
Melalui program ini, Tim Pengabdi Unsoed berharap pengelolaan Hutan Desa Wana Lestari dapat berkembang secara bertahap, mulai dari pembenahan lahan, peningkatan kualitas pascapanen, hingga pengolahan produk kopi bernilai tambah. Upaya tersebut diharapkan membuka peluang pendapatan bagi warga Desa Karangsalam sekaligus memperkuat peran hutan desa sebagai penyangga lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




