Publish: 12 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 12/10/26] Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar diskusi kerja sama di Ruang Rapat Lantai 1 FMIPA Unsoed, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini membahas pengembangan sistem informasi atmosfer serta sistem peringatan dini longsor presisi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, Jawa Tengah, dan sekitarnya sebagai upaya mendukung mitigasi bencana berbasis riset.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Dr. Eng. Ir. Suroso, S.T., M.Eng., IPU., Dekan FMIPA beserta jajaran, Direktur Pascasarjana Unsoed, Prof. Dr. Asif Awaludin, M.T., Ketua Tim Kerja Sama BRIN Proyek Serayu sekaligus Ketua Tim Pengembangan Sistem Peringatan Dini Longsor Presisi di DAS Serayu dan sekitarnya, Ir. Halumurrahman, M.T. beserta jajaran BRIN, serta perwakilan BPBD Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, dan Purbalingga, BMKG Cilacap, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Dr. Eng. Ir. Suroso, S.T., M.Eng., IPU., menyampaikan harapannya agar kerja sama tersebut dapat berjalan lancar, mencapai target yang telah ditetapkan, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Harapannya, penelitian ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan, sehingga memberikan dampak maksimal bagi Unsoed, BRIN, dan masyarakat sekitar. Kami juga berharap upaya hilirisasi hasil penelitian ini dapat membuka peluang untuk melangkah ke tahap berikutnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ir. Halumurrahman, M.T., yang hadir mewakili Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, menekankan pentingnya kolaborasi riset dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pencegahan dan mitigasi bencana.
“BRIN berharap kerja sama ini dapat menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan dan mitigasi bencana. Melalui kolaborasi dengan Unsoed dan para pemangku kepentingan, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang aplikatif,” ungkapnya.
Diskusi kemudian dipimpin oleh Prof. Jamrud Aminuddin, S.Si., M.Si., Ph.D. dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan BPBD dari empat kabupaten, BMKG Cilacap, dan BBWS Serayu. Pembahasan difokuskan pada pengembangan sistem informasi atmosfer, kebutuhan data dan informasi untuk mendukung pemantauan kondisi lingkungan, serta penguatan sistem peringatan dini longsor presisi di wilayah DAS Serayu dan sekitarnya.
Keterlibatan BPBD dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam menyelaraskan pengembangan riset dengan kebutuhan di lapangan. Diskusi ini juga menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai tantangan mitigasi bencana serta peluang integrasi hasil penelitian dengan upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di daerah.
Pada akhir kegiatan, Dekan FMIPA Unsoed Prof. Drs. Budi Pratikno, M.Stat.Sci., Ph.D berharap kerja sama antara Unsoed, BRIN, dan BPBD dapat terus diperkuat melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama antara Unsoed, BRIN, dan BPBD dapat terus berkembang dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana,” pungkasnya.
Melalui diskusi ini, Unsoed dan BRIN diharapkan dapat memperkuat sinergi riset dengan pemerintah daerah dan lembaga teknis terkait, sehingga pengembangan sistem informasi atmosfer dan peringatan dini longsor presisi dapat mendukung pengambilan keputusan serta upaya mitigasi bencana yang lebih efektif di wilayah DAS Serayu dan sekitarnya.
#unsoedberdampak




