Published: 6 October 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Sel, 6/10/26] Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Hybright yang terdiri atas tiga mahasiswa Kimia angkatan 2024, Yohanes, Nur Indah Mustika Dewi, dan Farisqa Khansa Rahima, berhasil meraih Juara 2 dalam Scientific Innovation Challenge 2026.
Kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan mengusung tema “Research Evolution: Empowering SPARK Innovation through Scientific Writing”. Dalam kompetisi ini, Tim Hybright berada di bawah bimbingan Anung Riapanitra, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Tim Hybright mengangkat gagasan rekayasa material hybrid aerogel magnetik berbasis fotokatalisis cahaya sebagai teknologi reusable untuk pemulihan perairan dari sampah mikroplastik. Gagasan tersebut dikembangkan sebagai salah satu alternatif solusi terhadap persoalan pencemaran mikroplastik yang semakin menjadi perhatian dalam isu lingkungan.
Yohanes mengatakan, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut berawal dari keinginan tim untuk mengembangkan gagasan sekaligus menguji sejauh mana ide yang mereka kembangkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan nyata.
“Kami tertarik mengikuti lomba ini karena ingin mengembangkan gagasan yang kami miliki sekaligus menguji sejauh mana gagasan tersebut dapat diterima dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada,” kata Yohanes.
Persiapan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari menentukan permasalahan yang relevan, melakukan studi literatur dari berbagai jurnal, hingga menyusun dan mengembangkan gagasan. Naskah yang telah disusun kemudian melalui beberapa kali proses revisi untuk menyempurnakan substansi karya.
Selain penyusunan karya tulis, tim juga mempersiapkan diri menghadapi sesi presentasi dan tanya jawab dengan dewan juri. Latihan dilakukan dengan memahami gagasan secara mendalam agar setiap anggota tim mampu menjelaskan sekaligus mempertanggungjawabkan karya yang dibawa.
“Bagian yang cukup penting adalah mempersiapkan kemungkinan pertanyaan dari dewan juri agar kami benar-benar memahami gagasan yang kami bawa, bukan hanya menghafalkan materi,” terang Farisqa.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Tim Hybright berhasil meraih Juara 2 Nasional setelah bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bagi tim, capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan riset, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan ilmiah.
“Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses, kerja sama tim, dan keberanian untuk mengembangkan sebuah gagasan dapat menghasilkan sesuatu yang berarti,” imbuh Nur Indah.
Ke depan, Tim Hybright berharap Unsoed dan FMIPA terus memberikan ruang serta dukungan bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan melalui berbagai kompetisi ilmiah, baik dalam bentuk esai, karya tulis, maupun penelitian.
Tim juga mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berani mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah. Selain menjadi wadah untuk menguji gagasan, kompetisi dinilai dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepenulisan, riset, serta komunikasi ilmiah.
