Publish: 24 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 24/7/2026] Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berkolaborasi dengan Puskesmas Kedungbanteng menghadirkan layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat melalui program SPELLING (Spesialis Keliling). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (22/7/2026) ini merupakan upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari fasilitas layanan spesialis.
Program SPELLING menghadirkan lima layanan dokter spesialis, yaitu spesialis penyakit dalam dr. Rachmat Aji Saksana, Sp.PD, spesialis anak dr. Hafiidhaturrahmah, M.Sc., Sp.A., IBCLC, spesialis obstetri dan ginekologi dr. Marta Isyana Dewi, Sp.OG, dokter gigi spesialis konservasi gigi drg. Irfan Dwiandhono, Sp.KG., M.Biomed dan drg. Ina Permata Dewi, M.M., Sp.KG, serta dokter gigi spesialis periodonsia drg. Inneke Cahyani, MDSc., Sp.Perio. Selain itu, Puskesmas Kedungbanteng juga memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pemeriksaan, konsultasi, dan edukasi kesehatan secara langsung tanpa dipungut biaya. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia yang hadir untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan gigi, RSGMP Unsoed juga mengoperasikan Mobil Dental yang memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gigi secara langsung di lokasi kegiatan tanpa harus datang ke rumah sakit. Kehadiran layanan bergerak ini menjadi salah satu upaya RSGMP Unsoed dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.
Direktur RSGMP Unsoed, drg. Irfan Dwiandhono, Sp.KG., M.Biomed, menjelaskan bahwa Program SPELLING merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menghadirkan layanan dokter spesialis lebih dekat dengan masyarakat desa. "Berbagai layanan yang disediakan oleh para dokter spesialis bertujuan untuk mendeteksi secara dini berbagai penyakit, seperti penyakit kronis, kanker, kehamilan berisiko tinggi, penyakit gigi dan mulut, serta tuberkulosis (TBC)," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis di desa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat tanpa harus melalui proses rujukan ke rumah sakit. Dengan demikian, deteksi dini dapat dilakukan lebih optimal sehingga penanganan penyakit dapat diberikan lebih cepat.
Melalui kolaborasi antara RSGMP Unsoed dan Puskesmas Kedungbanteng, diharapkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala semakin meningkat. Sinergi ini juga menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. -Atmi
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




