Berita

Unsoed Kukuhkan 10 Dokter Gigi Baru, Kisah Perjuangan Koas Warnai Prosesi Sumpah

[unsoed.ac.id, Jum, 19/6/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mengukuhkan 10 dokter gigi baru dalam Prosesi Sumpah Dokter Gigi yang diselenggarakan di Gedung Integrated Academic Building (IAB) Unsoed, Kamis (18/6/2026). Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut menjadi penanda berakhirnya pendidikan profesi sekaligus awal pengabdian para dokter gigi baru kepada masyarakat.

Di balik keberhasilan meraih gelar dokter gigi, tersimpan berbagai kisah perjuangan yang mewarnai perjalanan para lulusan selama menjalani pendidikan profesi atau masa koas. Perwakilan dokter gigi baru terbaik, Evania Bellinda Artanti, mengungkapkan bahwa perjuangan selama masa koas tidak hanya berkutat pada aspek akademik, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat sebagai calon pasien.

“Saat menjalani masa koas, kami dan teman-teman sampai menyusuri gang-gang dan jalan sempit demi mendapatkan pasien. Ada kalanya kami harus mengajar mengaji terlebih dahulu sebelum akhirnya mendapatkan kepercayaan dari orang tua dan anak untuk menjalani perawatan,” tuturnya.

Menurut Bellinda, berbagai pengorbanan dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Komitmen untuk mengutamakan kepentingan pasien menjadi nilai yang terus dipegang selama menjalani pendidikan profesi.

“Kami juga pernah menjemput dan mengantar pasien di tengah hujan deras. Bahkan ketika hanya memiliki satu jas hujan, kami memilih memberikannya kepada pasien agar mereka tidak kehujanan,” kenangnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan menjadi dokter gigi tidak selalu mudah. Berbagai keraguan terhadap kemampuan diri sempat muncul, namun dukungan orang tua menjadi kekuatan utama yang membantunya menyelesaikan pendidikan hingga akhirnya dilantik sebagai dokter gigi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., menyampaikan bahwa Program Studi Kedokteran Gigi Unsoed merupakan salah satu program studi dengan tingkat persaingan tertinggi dalam penerimaan mahasiswa baru.

“Program Studi Kedokteran Gigi menjadi program studi dengan tingkat keketatan tertinggi di Unsoed. Jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun sekitar 70 orang. Setelah itu disusul oleh Program Studi Pendidikan Dokter dan beberapa program studi lainnya,” jelasnya.

Prof. Farid menegaskan bahwa prosesi sumpah bukanlah akhir dari perjalanan akademik para lulusan, melainkan awal dari tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pengalaman selama menjalani masa koas telah membentuk para dokter gigi baru menjadi pribadi yang lebih tangguh, sabar, dan memiliki empati tinggi terhadap pasien.

Melalui pengukuhan ini, Unsoed kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

#unsoed1963#merdekamaumendunia#berdampak#sdgs4