[unsoed.ac.id, Kamis, 25/6/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., IPU., ASEAN Eng., memimpin langsung kunjungan kerja bersama tim pakar lintas disiplin untuk meninjau pengembangan lahan produktif yang dikelola warga binaan pada Sabtu (20/6/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan peninjauan mendalam sekaligus memperkuat pendampingan teknologi pertanian dan peternakan pada lahan-lahan produktif yang kini dikelola oleh warga binaan. Sinergi ini diharapkan dapat mengakselerasi transformasi pembinaan kemandirian yang berbasis pada sektor pangan berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng., Peneliti Fakultas Peternakan Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, M.P., serta Pakar Agronomi Fakultas Pertanian Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P.
Tim melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi strategis, mulai dari Workshop FABA (Fly Ash Bottom Ash), kawasan pertanian padi dan jagung, peternakan ayam petelur, bebek, dan domba, hingga budidaya perikanan di Lapas Terbuka Nusakambangan. Peninjauan juga mencakup pengembangan hortikultura bernilai ekonomi tinggi seperti anggur dan anggrek yang dibudidayakan di Lapas Kembang Kuning.
Rektor Unsoed menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan transformasi lahan produktif berjalan berdasarkan kajian ilmiah sehingga mampu memberikan hasil yang berkelanjutan.
“Peninjauan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah evaluasi untuk memetakan kebutuhan teknologi tepat guna yang dapat disuplai oleh Unsoed, termasuk penguatan kapasitas warga binaan agar memiliki keterampilan agribisnis yang mumpuni saat kembali ke masyarakat,” ujar Prof. Akhmad Sodiq.
Program pengembangan ketahanan pangan di Nusakambangan juga mendapat perhatian dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), yang turut meninjau lokasi pada hari yang sama. Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan lahan di Nusakambangan menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat dioptimalkan untuk mendukung ketersediaan pangan nasional.
Selain sektor agraria, rombongan Unsoed turut mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi, fasilitas pengolahan sampah, tambak udang vaname, serta pusat budidaya ikan sidat. Tim juga meninjau uji coba kendaraan penjernih air laut menjadi air tawar yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Universitas Diponegoro (Undip) guna mendukung kebutuhan air bersih di kawasan pesisir.
Melalui keterlibatan para akademisi, Unsoed berharap model pembinaan berbasis ketahanan pangan di Nusakambangan dapat terus berkembang dan menjadi percontohan nasional. Pendekatan ini tidak hanya mendukung program swasembada pangan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan warga binaan melalui penguasaan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4#sdgs12#sdgs17
