Publish: 7 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 8/10/26] Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan melalui pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Zona Integritas yang digelar di Ruang Rapat Fakultas Biologi, Selasa (7/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti jajaran pimpinan Fakultas Biologi, Tim Zona Integritas, serta para kepala laboratorium di lingkungan Fakultas Biologi. Workshop menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas.
Ketua Tim Zona Integritas Fakultas Biologi, Dr. Rizal Khoirun Alfisah, S.Si., M.Si., mengatakan workshop diperlukan agar seluruh unsur di lingkungan fakultas memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan pembangunan Zona Integritas.
“Tujuan kegiatan workshop pada hari ini adalah menyamakan persepsi dalam membangun enam area perubahan pada Zona Integritas menuju WBK,” ujarnya.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Nuning Setyaningrum, M.Si., yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa kesamaan mindset menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pelaksanaan enam area perubahan.
“Dengan adanya kegiatan ini, harapannya pembangunan Zona Integritas dapat terus berkesinambungan dan benar-benar terimplementasi dalam pola kerja serta tata kelola yang ada di Fakultas Biologi,” katanya.
Workshop menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama, Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., IPM., dari Fakultas Teknik Universitas Tidar, membahas pentingnya dokumentasi dalam mendukung pembangunan Zona Integritas.
“Kelengkapan dokumentasi akan berdampak pada pola kerja, sehingga dapat meningkatkan ketertiban, kedisiplinan, sekaligus mendorong pengembangan inovasi,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Uswatun Hasanah, S.E., M.Si., Ak., CA., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed sekaligus Tim Penilai Internal Zona Integritas Unsoed, memberikan pendampingan terkait Lembar Kerja Evaluasi (LKE). Materi difokuskan pada pentingnya pendokumentasian berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan serta pengisian LKE pada enam area perubahan.
Uswatun menekankan bahwa dokumentasi menjadi bagian penting dalam menjaga budaya akuntabilitas. “Setiap kegiatan yang telah dilakukan perlu didokumentasikan dengan baik agar proses pembangunan Zona Integritas dapat terukur dan budaya akuntabilitas terus terjaga,” ungkapnya.
Dr. Rizal menambahkan, 2026 merupakan tahun kedua bagi Fakultas Biologi dalam membangun Zona Integritas. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan proses pembangunan berjalan secara berkelanjutan.
“Setelah workshop ini akan dilakukan pendampingan dalam pengisian LKE pada enam area perubahan oleh Tim Zona Integritas Fakultas Biologi. Ini menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan berkelanjutan yang kami lakukan,” jelasnya.
Pembangunan Zona Integritas di Fakultas Biologi diarahkan tidak sekadar mengejar predikat WBK atau WBBM, tetapi mendorong perubahan nyata dalam tata kelola, budaya kerja, dan kualitas pelayanan. Dalam proses tersebut, pimpinan memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus pionir dalam menghadirkan inovasi yang mendukung tata kelola berintegritas.
Melalui langkah tersebut, Fakultas Biologi berkomitmen menjadikan Zona Integritas sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari, sehingga tata kelola yang bersih, pelayanan berkualitas, serta akuntabilitas dapat terus diwujudkan secara konsisten dan berkelanjutan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




