Publish: 17 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 17/7/2026] Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Tim mahasiswa Fakultas Hukum berhasil meraih Juara III pada Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Universitas Semarang, Selasa (14/7/2026).
Tim Unsoed terdiri atas Ilham Muhamad Fauzan (ketua tim), Rakha Prasetya Sukanda, dan Bagas Hasudungan Sihotang, yang seluruhnya merupakan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2024. Keberhasilan tersebut menjadi bukti daya saing mahasiswa Unsoed di tingkat nasional, sekaligus menambah deretan prestasi akademik yang diraih sivitas akademika Unsoed.
Pada kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, peserta diminta mengkaji permasalahan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim Unsoed mengangkat isu tata kelola program MBG dengan menawarkan analisis serta rekomendasi solusi guna mendukung keberlanjutan program tersebut.
Ketua tim, Ilham Muhamad Fauzan, mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka dilandasi semangat untuk memberikan prestasi bagi almamater. Bersama Rakha Prasetya Sukanda dan Bagas Hasudungan Sihotang, ia ingin menghadirkan kejutan bagi Unsoed sekaligus menjadikan kompetisi tersebut sebagai penutup perjalanan kompetisinya.
Persiapan dilakukan secara matang selama kurang lebih satu bulan untuk penyusunan konsep dan naskah ilmiah, kemudian dilanjutkan dengan latihan presentasi secara intensif selama tiga hari menjelang babak final.
Menurut Ilham, persaingan dalam kompetisi berlangsung sangat ketat. Sepuluh tim terbaik dari berbagai universitas ternama di Indonesia bersaing memperebutkan gelar juara sehingga menciptakan atmosfer kompetisi yang menantang.
"Kami sempat merasakan tekanan karena aura kompetisinya sangat kuat. Namun, membawa nama besar Universitas Jenderal Soedirman justru menjadi motivasi bagi kami untuk membuktikan bahwa mahasiswa Unsoed mampu bersaing di tingkat nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tim tidak lepas dari komunikasi yang baik, chemistry antaranggota, sikap saling menghormati, serta kepercayaan terhadap arahan ketua tim selama proses persiapan maupun pelaksanaan kompetisi.
Meski berhasil membawa pulang Juara III, Ilham menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan mereka. "Senang, tapi kami belum puas, karena masih banyak panggung kompetisi lain yang ingin kami taklukkan," ungkapnya.
Melalui kompetisi tersebut, tim memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya kualitas, kerja keras, dan kontribusi nyata bagi almamater.
"Kami belajar bahwa di antara universitas-universitas besar, berlian akan tetap menjadi berlian. Kualitas seseorang tidak hanya ditentukan dari mana almamaternya, tetapi juga dari kontribusi yang dapat ia berikan untuk almamaternya," tuturnya.
Selain prestasi, kompetisi ini juga memberikan banyak manfaat bagi pengembangan diri mahasiswa, mulai dari meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, public speaking, hingga kemampuan menyampaikan ide dan gagasan secara sistematis. Mereka juga memperoleh pengalaman akademik serta memperluas jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ilham mengajak mahasiswa Unsoed untuk terus aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai sarana mengembangkan potensi diri.
"Kompetisi adalah sarana upgrading diri. Ketika menang, kita harus bersyukur dan mengapresiasi hasilnya. Ketika kalah, kita harus melakukan evaluasi. Tidak ada yang dirugikan dengan mengikuti kompetisi. Saya berharap semakin banyak mahasiswa Unsoed yang memiliki semangat membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.




