Publish: 3 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 3/9/26] Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang terus dilakukan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Melalui Program Tilik Desa 2026, Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Unsoed memberikan edukasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pengolahan pangan bergizi kepada masyarakat Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Mengangkat tema “Pemanfaatan TOGA dan Pengolahan Pangan Bergizi sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat”, kegiatan dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Ledug, Kamis (13/8/2026). Kegiatan diikuti 15 kader Posyandu dan tujuh ibu balita sebagai tamu undangan.
Turut hadir Presiden UKMPR Unsoed Venna Firena, Kepala Departemen Sekretaris UKMPR Vania Anindita Hartomo, Kepala Departemen Penalaran UKMPR M. Fajar Shidiq, serta Netika Alifiyah, mahasiswa S1 Ilmu Gizi Unsoed sekaligus Dewan Konsultatif UKMPR yang menjadi narasumber.
Project Officer Tilik Desa 2026, Tisya Yulia Ningrum, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pada hari ini, kita akan belajar bersama mengenai pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan keluarga, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan pangan secara langsung. Harapannya, ilmu yang didapat hari ini tidak hanya berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Netika menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut merupakan fase penting bagi pertumbuhan jaringan tubuh, perkembangan otak, dan pembentukan daya tahan tubuh anak.
“Empat pilar gizi seimbang, yakni mengonsumsi aneka ragam pangan, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta memantau berat badan secara berkala,” kata Netika.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai teknik pengolahan makanan yang tepat untuk menjaga kandungan gizinya.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan menu berbahan pangan lokal. Mahasiswa mempraktikkan pembuatan nasi nugget ayam daun kelor dan sop daun kelor. Menu tersebut dipilih karena mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar serta mengandung protein, vitamin, dan mineral yang mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu tamu undangan menilai pengetahuan akademik perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar dapat memberikan manfaat nyata. “Ilmu akademik dengan kondisi lapangan memang harus disinkronkan sehingga ke depannya kita bisa menggerakkan para kader dan ibu balita untuk memperhatikan tumbuh kembang anak dari segi makanan atau nutrisi, karena ibu adalah agen penyedia makanan dan sebagai agen kesehatan di rumah,” ujarnya.
Ia berharap para kader dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat sehingga turut mendorong peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan ini menjadi rangkaian terakhir Program Tilik Desa 2026. Melalui edukasi dan praktik pengolahan pangan, UKMPR Unsoed mendorong masyarakat Desa Ledug untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. #unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




