Publish: 2 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 2/9/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus mendorong penguatan usaha masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar Usaha Jamur MasTo Mushroom di Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Keberdayaan Mitra Usaha Jamur MasTo Mushroom sebagai Upaya Mendukung Program Ketahanan Pangan Desa Mulyasari Kecamatan Majenang” tersebut telah dilaksanakan sejak Juni 2026. Kegiatan memasuki tahun kedua dan didanai melalui Program PkM Berbasis Riset Dana BLU Unsoed Tahun 2026.
Tim PkM diketuai Prof. Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S., dengan anggota Prof. Dr. Nuraeni Ekowati dan Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Biologi dan Manajemen. Desa Mulyasari memiliki kondisi lingkungan yang mendukung pengembangan budidaya jamur. Selain itu, ketersediaan limbah serbuk gergaji di wilayah tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan media tanam. Namun, kapasitas produksi mitra masih terbatas dan penyediaan bibit jamur masih bergantung pada pihak luar. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya produksi serta belum optimalnya kontinuitas usaha.
Pada pelaksanaan tahun 2026, kegiatan difokuskan pada pengembangan budidaya jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus), pembuatan bibit jamur secara mandiri, optimalisasi pemanfaatan serbuk gergaji sebagai media tanam, serta penguatan manajemen usaha dan kelompok.
Mitra mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai tahapan budidaya jamur, mulai dari pembuatan baglog, sterilisasi media, inokulasi, inkubasi, pemeliharaan, hingga pemanenan. Kegiatan tersebut juga didukung dengan fasilitasi peralatan budidaya dan pembuatan bibit jamur. Ketua Tim PkM, Prof. Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S., mengatakan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian mitra sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami berharap MasTo Mushroom mampu memproduksi bibit dan media tanam secara mandiri, meningkatkan kualitas serta kapasitas produksi, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Ke depan, usaha ini diharapkan turut memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Desa Mulyasari,” ujarnya.
Selain penguatan aspek produksi, tim PkM juga memberikan pendampingan dalam pencatatan keuangan, perhitungan harga pokok produksi, pengelolaan usaha, administrasi kelompok, hingga pemasaran digital. Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas pengelolaan usaha, efisiensi produksi, serta daya saing produk MasTo Mushroom. Ketua kelompok sekaligus pemilik Usaha Jamur MasTo Mushroom, Nurkustanto, S.Pd., mengapresiasi dukungan yang diberikan Unsoed melalui kegiatan PkM tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Jenderal Soedirman dan Tim PkM yang telah memberikan pelatihan, pendampingan, serta dukungan peralatan kepada kelompok kami. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan anggota, menambah produksi jamur, mengurangi ketergantungan terhadap bibit dari luar, dan memperluas pemasaran produk MasTo Mushroom,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Unsoed berupaya mendorong pengembangan usaha masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal. Optimalisasi limbah serbuk gergaji sebagai media tanam sekaligus penguatan kapasitas produksi diharapkan dapat meningkatkan kemandirian usaha dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Tim PkM Unsoed menyampaikan terima kasih kepada Universitas Jenderal Soedirman atas dukungan pendanaan BLU Unsoed Tahun 2026 serta LPPM Unsoed atas fasilitasi pelaksanaan program. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Mulyasari, MasTo Mushroom, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah desa tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga usaha jamur di Desa Mulyasari semakin mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan desa. #unsoedberdampak




