Publish: 2 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 2/9/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi melalui sembilan tim dosen yang berhasil menjadi pendamping perguruan tinggi mitra penerima pendanaan Program Kosabangsa Tahun 2026. Capaian tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 1033/DST/C3/DT.05.00/2026 tanggal 28 Agustus 2026.
Keberhasilan sembilan tim dosen Unsoed tersebut menunjukkan kontribusi UNSOED dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi sekaligus mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi, penerapan teknologi tepat guna, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed, Prof. Elly Tugiyanti, menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah berkontribusi dalam mendampingi perguruan tinggi mitra pada Program Kosabangsa 2026.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada para dosen Unsoed yang telah mendedikasikan keilmuan, pengalaman, dan jejaringnya untuk mendampingi perguruan tinggi mitra. Keberhasilan ini menunjukkan peran strategis dosen Unsoed dalam membangun kolaborasi sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” ujar Prof. Elly.
Menurut Prof. Elly, keberhasilan memperoleh pendanaan perlu diikuti dengan pelaksanaan program yang berkualitas dan berkelanjutan sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Program Kosabangsa diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran kegiatan, tetapi benar-benar meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sembilan tim dosen Unsoed yang menjadi pendamping Program Kosabangsa 2026 terdiri atas dosen dari berbagai bidang keilmuan. Mereka mendampingi perguruan tinggi mitra dalam penyusunan dan pengembangan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasaran.
Tim pertama diketuai Prof. Dr. Ir. Rifda Naufalin, S.P., M.Si. yang mendampingi Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Pendampingan pada perguruan tinggi mitra yang sama juga dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Nur Aini, M.Si., Dr. Ir. Rumpoko Wicaksono, S.P., M.P., dan Prof. Dr. Ir. Karseno, M.P. menjadi tim pendamping Universitas Al-Irsyad Cilacap. Sementara itu, Dr. Ir. Friska Citra Agustia, S.P., M.Sc. mendampingi Universitas Harapan Bangsa.
Pendampingan juga dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Eng. Arief Sudarmaji, S.T., M.T. untuk Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap. Adapun Prof. Dr. Dra. Hery Winarsi, M.S. menjadi pendamping Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unsoed, Prof. Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen dosen Unsoed dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, mulai dari penyusunan program hingga perumusan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Para dosen pendamping tidak hanya membantu penyusunan proposal, tetapi juga mempertajam permasalahan mitra, merumuskan solusi, serta memastikan program memiliki keberlanjutan. Kami berharap kegiatan yang memperoleh pendanaan mampu menghasilkan perubahan nyata dan menjadikan masyarakat semakin produktif serta mandiri,” ungkap Prof. Nuniek.
Program Kosabangsa menjadi salah satu ruang kolaborasi perguruan tinggi dalam menerapkan hasil penelitian dan inovasi untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui program tersebut, Unsoed terus mendorong penguatan sinergi dengan perguruan tinggi mitra, tidak hanya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga penelitian dan pengembangan inovasi.
LPPM Unsoed berkomitmen memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan program agar berjalan sesuai dengan target Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. #unsoedberdampak




