Publish: 2 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 2/9/26 Prestasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kembali hadir di kancah internasional. Tim mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Sipil UNSOED berhasil meraih Juara 4 atau 3rd Runner Up pada Kategori Presentasi dalam ajang Asian Bridge Competition 2026 yang berlangsung di Seiren Dream Arena, Kota Fukui, Jepang, 25–28 Agustus 2026.
Tim delegasi Unsoed dibimbing oleh dosen Program Studi Teknik Sipil, Indra Rio Saputro, S.T., M.Sc., Ph.D. Tim tersebut terdiri atas enam mahasiswa, yaitu Burhanudin Aditya Ishaq, Ignacio Immanuel Indrawan, Febrian Lorensa, Rifky Nugraha, Muhammad Rafi Aufanto, dan Rafael Albertus Marcellino Sitompul.
Asian Bridge Competition 2026 merupakan kompetisi rancang bangun jembatan baja tingkat Asia yang mempertandingkan lima kategori perlombaan. Kompetisi tahun ini diikuti 44 tim dari empat negara. Persaingan semakin kompetitif dengan keikutsertaan delapan tim dari perusahaan profesional asal Jepang, selain peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Dosen Pembimbing Tim, Indra Rio Saputro, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Teknik Sipil Unsoed untuk bersaing di tingkat internasional, baik dari aspek teknis maupun komunikasi. “Keberhasilan menembus jajaran juara ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Sipil UNSOED memiliki kapasitas analitis dan komunikasi yang mumpuni. Mereka mampu bersaing tidak hanya dengan mahasiswa dari universitas luar negeri, tetapi juga dengan para praktisi industri profesional di Jepang,” ujar Indra.
Menurut Indra, keikutsertaan dalam kompetisi internasional juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi kompetitif dengan standar keteknikan yang lebih luas.
Sementara itu, perwakilan tim mahasiswa, Burhanudin Aditya Ishaq, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2023, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan tim selama berbulan-bulan.
“Persiapan rancang bangun yang kami lakukan selama berbulan-bulan akhirnya terbayar tuntas. Bersaing dengan puluhan tim tangguh multinasional mengajarkan kami banyak hal tentang standar keteknikan global, terutama bagaimana cara mengomunikasikan detail desain dan efisiensi struktur jembatan baja secara meyakinkan di hadapan juri. Semoga prestasi ini bisa memotivasi teman-teman Unsoed lainnya untuk berani berkompetisi di luar negeri,” ungkap Burhanudin.
Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Unsoed dalam memperluas pengalaman akademik dan kompetensi di tingkat internasional. Selain mengasah kemampuan teknis dalam bidang rancang bangun jembatan, kompetisi tersebut juga memberikan pengalaman dalam komunikasi, kerja sama tim, penyelesaian masalah, serta pemaparan gagasan di hadapan juri internasional.
Melalui prestasi tersebut, mahasiswa Teknik Sipil Unsoed diharapkan terus mengembangkan kemampuan teknis dan soft skill, menghasilkan inovasi, serta memanfaatkan berbagai ajang internasional sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri. Keberhasilan ini sekaligus menjadi kontribusi mahasiswa dalam membawa nama Unsoed dan Indonesia di tingkat internasional. #unsoedberdampak




