Publish: 23 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 23/7/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Inaugurasi Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026, Kamis (23/7), sebagai puncak rangkaian Program Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini mengusung tema "Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan."
Acara dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Dr. Ir. Noor Farid, Ketua LPPM Unsoed Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng., jajaran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., tim pelaksana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, serta para kepala desa peserta Program Desa BRILian dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua LPPM UNSOED, Prof. Elly Tugiyanti, menyampaikan bahwa Program Desa BRILian merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.
"Unsoed berkomitmen menghadirkan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan hasil riset agar desa tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik, ekonomi yang kuat, dan masyarakat yang semakin berdaya. Kolaborasi bersama BRI diharapkan mampu melahirkan desa-desa yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Noor Farid, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendampingi pembangunan desa melalui implementasi tridarma perguruan tinggi.
"Transformasi desa memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Melalui Program Desa BRILian, Unsoed hadir untuk memastikan bahwa inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan," tegasnya.
Kegiatan inaugurasi juga menghadirkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. H. Tabrani, M.Pd., yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas desa dalam menghadapi tantangan pembangunan di era digital. Menurutnya, pembangunan desa harus berorientasi pada peningkatan daya saing ekonomi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan agar desa mampu menjadi pusat pertumbuhan yang mandiri dan berkelanjutan.
Keynote speaker Bito Wikantosa, S.S., M.Hum., Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kementerian Desa dan PDT, menambahkan bahwa transformasi menuju Desa 5.0 harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Teknologi, menurutnya, menjadi instrumen untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan produktivitas ekonomi desa, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Program Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 diikuti oleh 545 desa dari berbagai provinsi di Indonesia. Selama program berlangsung, para peserta memperoleh pelatihan mengenai tata kelola pemerintahan desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kepemimpinan transformatif, digitalisasi layanan publik, pengembangan ekonomi lokal, literasi keuangan, hingga penyusunan rencana pembangunan desa berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian peserta, pada akhir acara diumumkan 50 Desa BRILian Terbaik Batch 1 Tahun 2026 yang dinilai berhasil menunjukkan inovasi, komitmen, dan implementasi praktik terbaik dalam pembangunan desa. Dari jumlah tersebut, 25 desa terbaik akan memperoleh pendampingan lanjutan melalui kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan Universitas Jenderal Soedirman.
Pendampingan tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan kelembagaan ekonomi desa, optimalisasi potensi unggulan lokal, digitalisasi layanan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan desa yang berkelanjutan.
Melalui Program Desa BRILian, BRI dan Universitas Jenderal Soedirman terus memperkuat sinergi dalam membangun desa yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem desa masa depan (Future Village Ecosystem) yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan nasional dari tingkat desa.




